[KULIAH] ANOTASI BUKU KURIKULUM Mata Kuliah Sosiologi Pendidikan terbaru 2016
[KULIAH] ANOTASI BUKU KURIKULUM Mata Kuliah Sosiologi Pendidikan - Brikut adalah tugas yang kemarin aku dapet dari mata kuliah implementasi pengembang kurikulum, tapi itu berkesinambungan dengan anotasi yang aku share ini kok, sebenarnya itu ini adalah anotasi dari buku-buku kurikulum yang berkaitan dengan mata kuliah Sosiologi Pendidikan. Tapi dua mata kuliah itu saling berkesinambungan kok :). Semoga bisa jadi referensi dari temen-temen dan semoga bermanfaat.Anotasi Buku Tentang KurikulumUntuk Anotasi Jurnal Kurikulum bisa klik DISINI
Hawadi, Reni Akbar, dkk.2001 Kurikulum berdiferensiasi.Jakarta: Gramedia Widiasarana.
Buku tentang kurikulum ini ditujukan untuk guru-guru yang akan menjadi pengajar di sekolah unggulan atau sekolah anak-anak berbakat. Buku ini berasal dari riset terhadap 20 Sekolah Menengah Utama Negeri (SMUN) Unggulan di 16 Provinsi di Indonesia pada tahun 1998 yang menunjukan ada sekitar 25,3 % siswa SMUN yang memiliki kecerdasaan umum dibawah rata-rata dan ada sekitar 9,7 % yang memiliki kecerdasan intelektual yang di atas rata-rata. Anak-anak yang berbakat aatu memiliki kecerdasan tersendiri harus memiliki kurikuum yang sesuai dan tepa agar kecerdasan yang ada pada mereka bisa termaksimalkan, karena siswa yang memiliki kecerdasaan intelektual berbeda dengan siswa yang lainnya. Dan kurikulum berdiferensiasi adalah salah satu solusi yang ditawarkan kepada pihak sekolah-sekolah unggulan. Mulai tahun 1998 sudah banyak sekolah-sekolah swasta yang mendirikan kelas-kelas anak- berbakat yang disebut kelas akselerasi, dan hal itu terus berlanjut hinggan pada tahun-tahun selanjutnya. Buku ini membahas mengenai pengertian kurikulum berdiferensiasi, matematika dan sains untuk anak berbakat, studi sosial dan bahasa untuk anak berbakat, dan lainnya.
Teori disini hanya menjelaskan dan memaparkan tentang rancangan kurikulum bagi anak berbakat yang memiliki kecerdasan intelektual saja, namun tuntuk kecerdasan yang lainnya belum ada. padahala anak yang berbakat tidak hanya pandai dalam hal intelektual saja, namun juga bakat dari hal yang lainnya. Seperti anak berbakat dalam bidang olah raga, seni, emosional atau kecerdasan yang lain. Dan ini menjadi salah satu kekeurangan buku ini.
Yamin, Moh.2012. Panduan manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan. Jogjakarta: Diva Press.
Buku ini terbit atas dasar kegelisahan penulis terhadap pendidikan di Negeri ini. banyak sekali permasalahan pendidikan di negara ini, slah satunya adalah maslaha pergantian kurikulum. Pemerintah kita seringkali dengan enaknya mengganti kurikulum ini, hingga tercetus omongan bahwa setiap ganti menteri maka ganti kurikulum yang baru. Dan hal ini seperti ada sautu pertanyaan, apakah pemerintah kita serius tidak untuk membuat kurikulum yang baik bagi pendidikan anak bangsa kita? Atau malahan kita terkesan hanya coba-coba saja. Dari kegelisahan itu buku ini memberikan jawaban bagaimana sesungguhnya konsep kurikulum harus dibangun dengan sesuai kebutuhan, termsauk praktik pembelajaran yang harus dirangcang ulang agar bisa memberikan paradigma baru dalam proses belajar mengajar.
Dalam pembahasa ini Moh. Yamin juga memberikan salah satu solusi, kurikulum apa yang tepat dalam pembelajaran. Menurut dia kurikulum yang tepat adalah kurikulum transformatif. Kurikulum ini sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan hal baru tanpa mengganti elmen-elmen di dalamnya. Yang akan dilakukan hanyalah menciptakan semangat dan nuansa baru menuju keadaan yang lebih baik. kuriukulm inii menawarkan jalan baru agar ruang kelasmampu membawa semangat baru sehingga anak didik lebih interaktif dan energik dalam mengikuti proses pembelajaran.
Popham, James dan Eva L. Baker. 2008. Teknik Mengajar Secara Sistematis. Jakarta: Rineka Cipta.
Dalam berbagai hal kadang kala kurikulum dibahasakan dengan hal-hal yang sukar untuk dipahami, tapi kiranya hal itu tidak sukar bagi penulis untuk mengartikan secara sederhana. Kurikulum menurut penulis adalah keseluruhan hasil belajar yang direncanakan dan dibawah tanggung jawab sekolah. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan yaitu kata “direncanakan”, hal itu menunjukan bahwasanya suatu pembelajaran itu tidak langsung sepontan untuk dilaksanakan namun memang sesuatu yang harus direncanakan dan difikirkan secara matang. Dan hal yang kedua yang perlu di garis bawahi adalah hasil belajar. Untuk mengetahui bagaimana hasil belajar yang didapat siswa maka penggunaan teslah yang perlu digunakan, karena dengan hal itu bisa menunjukan hasil belajar siswa.
Buku ini sebenarnya membahas mengenai teknik mengajar yang sistematis, namun didalamnya juga ada yang membahas mengenai kurikulum, dan penjelasan tentang lainnya. Namun dalam buku ini, karena memang berasala dari buku terjemahan kadang kala ada kata-kata yang susah untuk dipahami, atau dengan kata lain ada beberapa kalimat yang kadang membingungkan untuk dimengerti.
Kaber, Achasius. 1998. Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Buku pengembangan kurikulum ini ditujukan untuk seluruh mahasiswa S1 IKPI/FKIP dengan harapan bisa menjadi salah satu buku teks mengenai kurikulum di lembaga pendidikan guru. Buku ini berisi secara lengkap tentang bagaiman mengebangkan kurikulum yang ada, pembahasan pun dimualia dari awal hingga akhir. Ada 11 bab yang ditulis oleh penulis, mulai dari pengertian, fungsi, jenis kurikulum, lalu ada tentang sejarah kurikulum di berbagai belahan dinua, ada tentang model-model pelaksanaan kurikulum hingga sampai tentang kuriukulum yang akan berjalan di masa depan.
Kurkurangan dari buku ini adalah buku ini masih banyak yang bersifat konseptual saja, dan kurang mengkaji kenyatan yang berada dilapangan. Di samping itu juga ada beberapa pembahasan yang tidak dibahas secara rinci dan mendalam serta kurangnya ilustrasi dan contoh. Namun untuk kelebihannya buku ini cocok bagi mahasiswa kependidikan yang ingin memperdalam tentang kurikulum, karena buku ini menyajikan secara lengkap dan mendalam, disertai dengan literatur dari luar negeri, sehingga lebih bisa terpercaya.
Tyler, R. W. (1949). Basic Principles of Curriculum and Instruction. Chicago: The University of Chicago Press.
Buku klasik dan mungil ini memaparkan alasan dalam memandang, meng-analisis, dan menafsirkan program kurikulum dan pembelajaran dari suatu institusi pendidikan. Menurut penulisnya, buku ini bukanlah sebuah buku teks karena tidak memberikan panduan komprehensif, juga bukan buku bacaan suatu mata kuliah. Bukan pula suatu manual untuk konstruksi kurikulum karena tidak menggambarkan dan memberikan kerangka rinci tahap demi tahap untuk sekolah atau akademi yang berupaya mengembangkan suatu kurikulum. Buku ini hanya memberikan kerangka mengenai cara pandang terhadap suatu program pembelajaran yang berfungsi sebagai instrumen pendidikan.Pebelajar didorong untuk menguji alasan-alasan yang lain dan mengem-bangkan konsepsinya sendiri mengenai unsur-unsur dan hubungan antarunsur yang terlibat dalam suatu kurikulum yang efektif.
Kerangka sajian ini bertolak dari empat pertanyaan mendasar yang mesti dijawab dalam mengembangkan kurikulum dan merancang pembelajaran apa pun. Keempat pertanyaan mendasar itu adalah: (1) Apakah tujuan pendidikan yang semestinya dikejar dan dicapai oleh suatu sekolah? (2) Apakah pengalaman belajar yang mesti disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? (3) Bagaimana-kah pengalaman pendidikan tersebut diorganisasikan secara efektif? (4) Bagai-manakah menentukan bahwa suatu tujuan pendidikan telah tercapai?
Buku yang dikemas dalam empat bagian ini tidaklah bermaksud menjawab secara lengkap keempat pertanyaan tersebut. Jawaban akan bervariasi dari suatu level pendidikan dengan level pendidikan lain, dan dari suatu sekolah dengan sekolah yang lain. Buku ini menyarankan metode-metode yang digunakan untuk mengkaji dan menjawab serta menjelaskan prosedur yang dapat meman-du dalam menjawab berbagai pertanyaan tersebut untuk menguji berbagai persoalan tentang kurikulum dan pembelajaran.
Holt, Maurice. 1980. Schools and Curriculum Change. England. McGraw-Hill Book Company.
Pertumbuhan pesat masyarakat saat itu menuntut adanya perbaikan pendidikan, khusunya pada hal yang lebih krusial lagi yaitu jantung dari pendidikan. Kurikulum sebagai jantung pendidikan harus bisa memberikan pendidikan yang baik dan bisa menjawab tantangan zaman. Menurut Holt kurikulum harus bisa menjadikan siswa anaka yang baik ketika mereka berasal dari hal yang berbeda-beda, dan kurikulum bisa menjawab pertanyaan tentang kemajuan teknologi yang semakin pesat.
Buku ini menghadirkan jawaban atas berbagai pertanyaan yang ada dan memberikan pendapat dari seluruh kurikulum yang ada. buku ini mendiskusikan tentang konsep rancangan kurikulum di lihat dari sudaut pandang guru sebagai pengguna kurikulum dan inovasi yang berada disekolah dna juga pengembangan kurikulum berbasis sekolah. Ini artinya baik guru harus mengetahui dan memahami permasalahan kurikulum saat ini. dan buku ini menguji konsep teori pada 11-16 sekolah dan di 6 tempat, dan hal ini menunjukan bagaimana mereka dapat menjelaskan alasan practis yang ada.
Dan hal ini seharusnya dievaluasi tidak hanya guru dalam memberikan pelayanan namun juga bagian administrasi, orang tua, dan juga pemerintah.. ini harus dijelaskan dan dimengerti mereka bagaiamana suatu sekolah ini berjalan dan bagaimana pendidikan dapat untuk ditingkatkan.
Idi, Abdullah. 2007. Pengembangan kurikulum teori dan Praktik. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Kurikulum merupakan pedoman dasar dalam proses belajar mengajar di dunia pendidikan. Berhasil atau tidaknya suatu pendidikan, mampu tidaknya seorang anak didik dan pendidik dalam menyerap dan memberikan pengajaran, dan sukses tidaknya suatu tujuan pendidikan itu dicapai tentu akan merujuk lagi pada kurikulum yang ada. bila kurikulumnya didesain dengan sistematis dan komperhensif sera integral dengan kebutuhan tentu hal itu akan berguna bagi orang banyak. Hal itu yang dikatakan oleh penulis. Seperti yang terlihat saat ini, pendidikan di negei ini seolah sedang mencari jati diri yang tepat namun nampaknya belum menemukan dan masih proses pencarian. Maka dari itu coba-coaba dalah salah satu jalan yang ditempuh pemerintah saat ini.
Buku ini sangatlah penting dalam rangka membantu membangun fondasi dunia pendidikan di negeri ini. buku ini tidak saja berguna bagi para pelaku pendidikan, namun juga untuk pemerintah, pembuat kebijakan, dan para desainer kurikulum, serta bagi siapapun yang peduli akan dunia pendidikan. Buku ini menyajikan mengenai pembahasan kurikulum yang ideal dan aktual, yang berisi di dalamnya penjelasan lengkap tentang kurikulum.
Sanjaya, Wina. 2005. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Perenda Medis Grup.
Buku setebal 201 halaman ini membahas tentang tinjauan baik secara teoritis maupun praktis mengenai bagaimana seharusnya guru melaksanakan pembelajaran dalam rangka mengimplementasikan kurikulum KBK. Kurikulum berbasis kompetensi ini dikenal dengan kurikulum 2004, merupakan salah satu model kurikulum yang berlaku di Indonesia sebagai konsekuensi diberlakukannya undang-undang tentang desentralisasi yang mengatur kewenangan pemerintah pusat dan daerah.
Pada bab-bab awal buku ini menyajikan tentang kurikulum KBK baik meliputi konsep, pengembangan, dan model desain KBK. Pada bab selanjutnya dibahas mengenai proses pembelajaran baik dilihat dari tinjauan teoritis maupun praktis mengenai proses belajar mengajar, setrategi pembelajaran, model pembelajaran, dan peningkatan kemampuan berfikir, kompetensi profesional guru dlam rangka pengembangan KBK serta beberapa ketarampilan dasar yang harus dimiliki oleh guru dalam implementasi kurikulum KBK. Dan pada bab terakhirdisajikan topik yang berkaitan dengan evaluasi pembelajaran kurikulum KBK.
Hamalik, Oemar. 2001. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan pengajar latihan bagi perannya dimasa yang akan datang. Dengan meliputi tujuan, peserta didik, tenaga pendidikan, konsep pengajaran. Tulisan ini sengaja disusun dalam rangka penyediaan sumber bacaan bagi mahasiswa program Sarjana (S1) di Lingkungan LPTK atau yang lainnya yang berminat untuk memperkaya, mendalami, dan memperluas pengetahuan mengenai kurikulum dan pembelajaran. Penulispun telah menyusun buku ini sesuai dengan Grais-garis besar Program Perkuliahan yang telah ditetapkan dengan beberapa modifikasi berdasarkan beberapa pertimbangan akademik.
Dalam buku ini “Kurikulum dan Pembelajaran” terdapat beberapa kekurangan dan kelebihan. Kelebihannya yaitu berisikan materi pelajaran yang sesuai dengan pembelajaran pada mahasiswa program sarjana (S1), Isinya cukup jelas dan mudah dipahami, setiap bab terdapat rangkuman yang berisikan ringkasan materi tersebut, dan setiap bab terdapat soal-soal pertanyaan untuk latihan. Dan kekurangannya yaitu Isi materi terlalu ringkas dan pembahasannya kurang luas dan pembahasan tentang kurikulum terlalu sedikit.
Hidayat, Sholeh .2013.Pengengembangan Kurikulum Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Buku Pengembangan Kurikulum Baru memaparkan lima prinsip dasar sebagai acuan agar kurikulum yang dihasilkan dapat memenuhi harapan stakeholders pendidikan. Pertama, pengembangan kurikulum harus berorientasi pada tujuan atau kompetensi. Prinsip dasar ini menegaskan bahwa tujuan atau kompetensi harus jelas arahnya serta komprehensif dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kedua, pengembangan kurikulum hendaknya mempunyai relevansi dengan kehidupan nyata yang ada di sekitar siswa, baik dalam hal perkembangan masa sekarang dan masa yang akan datang, juga dapat memenuhi tuntutan dunia kerja. Ketiga, pengembangan kurikulum senyatanya memenuhi syarat efektivitas dan efisiensi. Efektivitas dalam pembelajaran kaitannya dengan usaha agar kegiatan pembelajaran membuahkan hasil yang diinginkan. Adapun efisiensi dalam pembelajaran berkenaan dengan upaya mendayagunakan waktu, dana, dan sumber-sumber lain secara hemat dan cermat. Keempat, pengembangan kurikulum perlu mempertimbangkan kontinuitas dan fleksibilitas. Kontinuitas dimaksudkan supaya saling berhubungan antara berbagai tingkat satuan pendidikan sehingga tidak terjadi repetisi dalam penyampaian materi ajar, kecuali atas pertimbangan tertentu. Sedangkan maksud fleksibilitas di sini ialah kebebasan pelaksana kurikulum dalam mengambil keputusan tentang suatu kegiatan, termasuk kebebasan bagi siswa dalam menentukan jurusan atau keterampilan tertentu. Kelima, pengembangan kurikulum kiranya menunjukkan adanya relasi horizontal pengalaman belajar, sehingga dapat membantu siswa memperoleh pengalaman itu dalam suatu kesatuan. Karena itu, prinsip ini harus dirancang agar mampu mengembangkan manusia secara utuh dan memiliki integritas.
Kelima prinsip pengembangan kurikulum di atas mengandung tiga implikasi. Pertama, kurikulum harus memiliki rencana. Kedua, di dalam kurikulum terdapat tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Ketiga, kurikulum harus ada hasil yang sejalan dengan tujuan pendidikan, baik berbentuk pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai. Yang jelas, sebagus apapun sebuah kurikulum, sangat bergantung pada kemampuan guru di lapangan. Efektivitas suatu kurikulum tidak akan tercapai, jika guru tidak memahami dan melaksanakan kurikulum dengan baik. Panduan pengembangan kurikulum yang ditulis Sholeh Hidayat ini akan menuntun (calon) guru sekolah untuk mengorganisasikan dirinya dalam pelaksanaan serta pengembangan kurikulum yang ada.
Semoga Bermanfaat :)
Post a Comment for "[KULIAH] ANOTASI BUKU KURIKULUM Mata Kuliah Sosiologi Pendidikan terbaru 2016"
= > Silahkan berkomentar sesuai artikel diatas
Post a Comment= > Berkomentar dengan url ( mati / hidup ) tidak akan di publish