[ARTIKEL] Tamparan bagi kita semua, khusus nya mahasiswa tentang penggunaan kertas yang boros
[ARTIKEL] Tamparan bagi kita semua, khusus nya mahasiswa tentang penggunaan kertas yang boros - Kertas merupakan barang yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai kegiatan. Kertas telah menjadi kebutuhan pokok dalam berbagai bidang khususnya bidang-bidang yang bersifat administratif, misalnya bidang pendidikan, perkantoran, kesehatan, pabrik koran atau surat kabar, dan lain sebagainya. Dalam bidang pendidikan, kertas mutlak dibutuhkan bagi siswa dan mahasiswa untuk berbagai keperluan. Mulai dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah siswa membutuhkan buku tulis sebagai catatan dan buku tugas. Tugas-tugas tambahan serta ulangan harian siswa umumnya juga menggunakan kertas. Para siswa juga membutuhkan buku teks dan LKS untuk masing-masing pelajaran, bahkan umumnya untuk satu mata pelajaran para siswa membutuhkan lebih dari satu jenis buku. Untuk siswa SD, apabila dianggap rata-rata mendapatkan 10 mata pelajaran dan dianggap rata-rata satu buku teks per tahun berjumlah 150 halaman, maka untuk keperluan buku teks saja masing-masing siswa SD dalam setahun adalah 1500 lembar atau 3 rim. Untuk siswa SMP dan SMA kebutuhan kertas per tahun untuk sekolah juga sangat tinggi. Semakin tinggi jenjang pendidikannya, maka kebutuhan kertas satu siswa akan semakin meningkat karena jumlah mata pelajaran yang menjadi beban belajar siswa juga semakin bertambah. Kebutuhan kertas per tahun untuk mahasiswa lebih tinggi daripada kebutuhan kertas siswa. Satu orang mahasiswa umumnya membutuhkan kertas untuk kebutuhan buku-buku teks perkuliahan, kegiatan pretest dan post-test, ujian, laporan, portofolio dan kertas untuk pengerjaan tugas. Buku teks mahasiswa jauh lebih kompleks daripada buku siswa. Buku-buku teks bisa mencapai ratusan hingga ribuan lembar. Apabila dianggap mahasiswa menempuh delapan mata kuliah dalam satu semester dan dianggap satu buku teks tebalnya 250 halaman, maka satu mahasiswa minimal membutuhkan 2000 lembar kertas hanya untuk keperluan buku teks perkuliahan. Maka satu mahasiswa bisa menghabiskan ratusan hingga ribuan lembar kertas atau beberapa rim kertas dalam satu semester. Sementara itu, untuk mahasiswa yang menjalankan skripsi, konsumsi kertas bisa meningkat beberapa kali lipat mulai dari pengajuan penelitian proposal skripsi, pelaksanaan skripsi hingga penulisan laporan akhir.
Manusia bisa menjumpai kertas dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari sehingga kertas menjadi barang sepele dalam kehidupan manusia. Padahal dibalik itu, proses pembuatan kertas merupakan proses kompleks yang mempunyai beberapa aspek negatif. Sejak akhir tahun 1980an, industri pulp dan kertas mengalami perkembangan yang sangat cepat sehingga memposisikan Indonesia dalam Top 10 negara produsen kertas. Kapasitas produksi pulp Indonesia tumbuh dari 606.000 hingga 4,9 m3 ton/tahun antara tahun 1988 hingga 1999, sementara itu kapasitas pemrosesan kertas meningkat dari 1,2 juta hingga 8,3 juta ton/tahun. Pada tahun 1999, produk pulp dan kertas menghasilkan pendapatan sebesar 2,65 juta USD, menduduki 50% ekspor kayu Indonesia.
Kertas dibuat dengan bahan baku kayu. Untuk memproduksi kertas dalam skala industri dibutuhkan beberapa ton kayu. Kayu tersebut bisa diambil dari hutan industri. Akan tetapi banyak pula hutan-hutan yang bukan untuk kegiatan industri ditebang untuk memenuhi kebutuhan kertas. Pertumbuhan industri mengalami pertumbuhan yang lebih cepat daripada pembaharuan suplai bahan mentah melalui perkembangan penanaman kayu untuk pulp. Diperlukan satu batang pohon berusia 5 tahun untuk memproduksi satu rim kertas berukuran A4. Satu ton kertas setara dengan 400 rim kertas atau 200.000 lembar kertas. Proses pembuatan kertas membutuhkan bahan baku, air dan energi yang cukup tinggi. Melalui beberapa proses dalam produksi pulp dan kertas, mulai dari memproduksi pulp mentah, perlakuan untuk memurnikan, bleaching hingga membuatnya menjadi kertas, beberapa kontaminan yang berbahaya dihasilkan dan dilepaskan ke udara, air dan tanah . Dalam proses produksi kertas akan dihasilkan berbagai macam limbah baik berupa limbah cair, padat dan gas. Industri kertas karton adalah salah satu industri yang mengeluarkan air limbah dalam jumlah besar dan mengandung bahan pencemar yang cukup tinggi . Misalnya saja pada salah satu pabrik kertas besar di Indonesia, PT Kertas Leces, produksi limbah padat yang berupa sludge, biosludge dan pith cukup besar. Produksi sludge mencapai 400 ton per hari, biosludge mencapai 80 ton per hari dan pith 120 ton per hari. Limbah pabrik sebanyak itu biasanya ditumpuk di sekitar pabrik sehingga bila tidak dimanfaatkan dapat menjadi sumber pencemaran yang potensial . Limbah-limbah pabrik biasanya dibuang ke ekosistem dan membahayakan atau mengakibatkan gangguan dalam ekosistem tersebut. Polutan tersebut berperan dalam terjadinya hujan asam, kabut, kerusakan habiatat ikan dan hal-hal tersebut mempengaruhi kualitas udara, air dan tanah. Setelah kertas dibuang, kertas akan mengalami proses penguraian dan salah satu hasil sampingannya adalah gas metana. Mayoritas ilmuwan memercayai bahwa perubahan suhu global diakibatkan karena peningkatan konsentrasi CO2 dan gas rumah kaca lainnya yang diemisikan dari aktivitas manusia dan dilepaskan ke atmosfer bumi. Akan tetapi gas metana merupakan salah satu penyebab pemanasan global yang lebih berbahaya daripada CO2 dalam hal faktor penyebab meningkatnya suhu global [6].
Efek penggunaan kertas bagi kehidupan manusia perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kerugian ekologis bagi manusia. Para pelaku industri kertas bisa menggunakan bahan baku nonkayu agar jumlah penebangan hutan untuk produksi bisa diminimalisir. Industri juga perlu semakin mengambangkan riset mengenai proses pembuatan kertas yang lebih efektif dan efisien. Dalam hal ini industri bisa bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk mahasiswa untuk melakukan riset-riset yang menunjang dalam bidang produksi kertas. Selain itu tindakan juga bisa dilakukan oleh para konsumen dengan menggunakan kertas seperlunya. Salah satu konsumen kertas terbesar adalah kalangan pendidikan mulai dari dasar, menengah hingga perguruan tinggi. salah satu aksi nyata bisa dimulai dari mahasiswa perguruan tinggi dengan menggunakan kertas seperlunya.
Sumber : Jurnal tentang "SADARKAN MAHASISWA UNTUK MENGGUNAKAN KERTAS SEPERLUNYA" (Hatta Fauzia, Sugeng Firmansyah, Putranty Widha Nugraheni)
Post a Comment for "[ARTIKEL] Tamparan bagi kita semua, khusus nya mahasiswa tentang penggunaan kertas yang boros"
= > Silahkan berkomentar sesuai artikel diatas
Post a Comment= > Berkomentar dengan url ( mati / hidup ) tidak akan di publish