[SENI BUDAYA] Makalah Tentang Seni Modern & Seni Tradisional .Docx
![]() |
Makalah Seni Budaya tentang seni modern dan seni tradisional.docx adalah file yang berisi salah satu contoh makalah tugas dari mata pelajaran seni budaya. Dan di postingan ini juga sudah di tersedia halaman cover tentangmakalah ini, jadi bisa mempersingkat waktu sobat saat mengerjakan tugas ini. Dan yang lebih menguntungkannya, file ini tersedia dalam bentuk .docx dan bisa di edit sesuka sobat lewat aplikasi microsoft word. Keuntungan lain dari file ini adalah sobat hanya perlu sedikit menyesuaikan ukuran kertas, margin kertas dan lain-lain sesuai dengan keinginan sobat. File Makalah Seni Budaya tentang seni modern dan seni tradisional.docx sangat bermanfaat untuk sobat yang sedang mendapatkan tugas mata pelajaran seni budaya untuk membuat makalah tentang seni modern dan seni tradisional. Semoga file yang sederhana ini dapat membantu sobat semua. terimakasih :D . Berikut aplikasi yang seru untuk dicoba Sticky Notes : Aplikasi Ringan Bawaan Windows Untuk Orang Pelupa :D
[Preview isi dari file makalah di atas ]
[Preview isi dari file makalah di atas ]
SENI RUPA TRADISIONAL
Seni tradisional adalah unsur kesenian
yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatukaum/puak/suku/bangsa tertentu.
Seni tradisional yang ada di suatu daerah berbeda dengan yangada di daerah
lain, meski pun tidak menutup kemungkinan adanya seni tradisional yang mirip
antara dua daerah yang berdekatan.
Ciri-ciri :
- Penciptaannya selalu berdasarkan pada filosofi sebuah aktivitas dalam suatu budaya, bisa berupa aktivitas religius maupun seremonial/istanasentris.
- Terikat dengan pakem-pakem tertentu.
Contoh :
Wayang kulit, wayang golek, wayang.
1.Seni Rupa Modern dan kontemporer
Seni Rupa Modern
Seni rupa Modern adalah istilah umum
yang digunakan untuk kecenderungan karya seni yang diproduksi sejak akhir abad
19 hingga sekitar tahu 1970 an. Seni rupa modern menunjuk kepada suatu
pendekatan baru dalam seni dimana tidak lagi mementingkan representasi subjek
secara realistis penemuan fotografi menyebabkan fungsi penggambaran di dalam
seni menjadi absolut, para seniman modern berksperimen mengeksplorasi cara baru
dalam melihat sesuatu, dengan ide segar tentang alam, material dan fungsi ini,
seringkali bergerak melaju kearah abstrak.
Seni rupa modern adalah seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu adat atau
daerah, namun tetap berdasarkan sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa.
Seni rupa kontemporer dapat dikatakan
sebagai sebuah wacana dalam praktek seni rupa di Barat yaitu praktek seni rupa
yang menunjuk kepada kecenderungan posmodern. Kecenderungan ini menyiratkan
wacana dalam praktek seni rupa yang “anti modern”. Hal ini disebabkan karena
salah satu paradigma kemunculan posmodern adalah paradigma yang menolak
moernisme.
Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi.
Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu
yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi seni kontemporer
adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang
sesuai zaman sekarang.
2. Gagasan, teknik, dan bahan karya
seni rupa modern atau kontemporer
Zaman prasejarah
Zaman prasejarah rentang waktunya sangat
panjang sampai manusia mengenal tulisan yang kemudian salah satu teknik
terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan
menempelkan tangan di dinding gua , lalau menyemburnya dengan kunyahan
daun-daunan atau batu mineral berwarna . Hasilnya adalah jiplakan tangan
berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat saat ini . Objek
yang sering muncul dalam karya purbakala adalah manusia, binatang ,
dan objek-objek yang lain seperti pohon ,bukit ,gunung,sungai,dan laut.
Zaman prasejarah
Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusiatelah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan ataubatu mineral berwarna. Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain sepertiseni patung dan seni keramik.
Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai,kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar).
Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan objek-objek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari objek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap objeknya. Misalnya, gambar seekorbanteng dibuat dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukurantanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam objek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya.
Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni.
Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai,kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar).
Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan objek-objek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari objek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap objeknya. Misalnya, gambar seekorbanteng dibuat dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukurantanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam objek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya.
Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni.
3. Fungsi dan Tujuan Seni Rupa Modern
dan Kontemporer
Seni Rupa suatu keindahan visualisasi
baik secara garis, bidang, volume, warna serta tekstur, tujuan dari seni rupa
ini sendiri merupakan pengungkapan gagasan, ide, keindahan dengan suatu tujuan
yang tersirat pada sebuah media tertentu , baik dari jaman ke
jaman maka tujuan dari seni rupa pun mempunyai perubahan.
Seni rupa prasejarah memiliki tujuan primer yaitu mengacu pada religi
pemubuatan arca-arca untuk sesembahan animisme dan dinamisme..
pemubuatan arca-arca untuk sesembahan animisme dan dinamisme..
Seni rupa modern memiliki tujuan pengaplikasian atau penunjukan eksistesi si
pencipta karya seni untuk menampilkan seninya untuk sebuah penilaian
Seni rupa kontemporer tidak jauh dari seni rupa yang menunjukan karya yang secara tematik yaitu seni yang melawan tradisi barat.
Seni rupa kontemporer tidak jauh dari seni rupa yang menunjukan karya yang secara tematik yaitu seni yang melawan tradisi barat.
a. Fungsi Individual
Manusia Terdiri dari unsur psikis dan
fisik . Salah satu unsur psikis adalah emosi . Maka fungsi individual dibagi
lagi menjadi fungsi pemenuhan kebutuhan seni secara fisik dan emosional.
1) Fisik
Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni
pakai yang berhubungan dengan fisik. Seperti Busana, perabot,rumah,musik
senam,dan sebainya
2) Emosional
Dipenuhi melalui seni murni , baik dari
segi si pembuat atau pengubah , maupun konsumen penikmatnya . Contohnya ,
lukisan , novel, musik, tari , film dan sebagainya.
b.Fungsi Sosial
Fungsi sosial artinya dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak dalam waktu relatif bersamaan . Fungsi ini dikelompokkan menjadi beberapa bidang, yaitu :
Fungsi sosial artinya dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak dalam waktu relatif bersamaan . Fungsi ini dikelompokkan menjadi beberapa bidang, yaitu :
1) Rekreasi atau hiburan
seni dapat jadikan sebagai sarana
melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan. Hal itu dapat terjadi misalkan
pada saat kita menyaksikan musik , tarian,film , dan lawak.
2) komunikasi
seni dapat digunakan untuk
mengkomunikasikan sesuatu, seperti pesan, kritik, kebijakan, gagasan, dan
produk kepada orang banyak. Contoh: lagu, balada, poster, drama, komedi, dan
reklame. Tema yang sering dibuat antara lain:
a) ketidakdisiplinan anggota
masyarakat terhadap lingkungan
b) himbauan melaksanakan program
pemerintah
c) anjuran kesehatan atau
kesejahteraan
d) ketidakadilan suatu kebijakan
3) pendidikan
pendidikan juga memanfaatkan seni
sebagai sarana penunjangnya. Contoh: gambar ilustrasi buku pelajaran, film
ilmiah atau dokumenter, poster ilmiah, lagu anak-anak dan foto.
4) Religi atau keagamaan
Karya seni dapat dijadikan ciri atau
pesan keagamaan. Contoh: kaligrafi, busana muslim atau muslimah, arsitektur
atau dekorasi rumah ibadah, lagu-lagu rohani.
SENI RUPA MODERN
Ciri-ciri :
- Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi , tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas.
- Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu.
Contoh :
Lukisan-lukisan karya Raden
Saleh Syarif Bustaman, Basuki Abdullah, Affandi, S.Soedjojono dan pelukis
era modern lainnya. Dibawah contoh lukisan dari R. Saleh.
Seniman
Raden Saleh Syarif Bustaman, Abdulah Sr,
Pirngadi, Basuki Abdullah, Wakidi, Wahid Somantri, Agus Jaya Suminta, S.
Soedjojono, Ramli, Abdul Salam, Otto Jaya S, Tutur, dan Emira Sunarsa.
SENI RUPA KONTEMPORER
Ciri-ciri
- Tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman.
- Tidak adanya sekat antara berbagai disiplin seni, alias meleburnya batas-batas antara seni lukis, patung, grafis, kriya, teater, tari, musik, hingga aksi politik.
Contoh
Karya-karya happening art, karya-karya
Christo dan berbagai karya enviromental art.
Berikut dibawah aini adalah lukisan
karya Christo > Happening Art.
Seniman
Gregorius Sidharta, Christo, dan
Saptoadi Nugroho.
Di atas adalah Preview Isi dari file Makalah Seni Budaya Tentang Seni MOdern dan Seni Tradisional. Semoga dapat membantu sobat semua.
Semoga Bermanfaat :)




Post a Comment for "[SENI BUDAYA] Makalah Tentang Seni Modern & Seni Tradisional .Docx"
= > Silahkan berkomentar sesuai artikel diatas
Post a Comment= > Berkomentar dengan url ( mati / hidup ) tidak akan di publish