Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

[ARTIKEL] Desa Burung Hantu Di Demak

Desa Tlogoweru 
(Desa 1000 burung hantu)

   Desa Tlogoweru merupakan Desa yang terletak di kab. Demak Kecamatan Guntur. Desa Tlogoweru merupakan Desa yang cukup kaya akan tanaman pangan dan ternaknya, mayoritas penduduk Desa tersebut bekerja sebagai Guru, petani, penjahit. Desa Tlogoweru juga termasuk Desa yang sangat mandiri, kenapa bisa dinamakan Desa mandiri?? Karena Desa Tlogoweru bisa mencukupi kebutuhannya sendiri mulai dari makanan dan pakaian, namun demikian terkadang Desa Tlogoweru memerlukan bantuan dari daerah lain untuk hal-hal yang tidak bisa mereka produksi.

Sebelum tahun 2011 persawahan di desa Tlogoweru banyak di serang hama tikus, masyarakat setempat merasa sangat di rugikan dengan adanya hama tikus tersebut. Namun pada tahun 2011 dan seiring dengan berkembangnya informasi dan teknologi masyarakat setempat serta berkembangnya pola pikir masyarakat yang modern dan seiring dengan berkembang nya zaman, banyak warga dari Desa Tlogoweru yang mencari informasi serta solusi bagaimana cara membasmi hama tikus tanpa menggunakan bahan kimia, seperti pestisida dan yang lainnya. Lalu perangkat desa memerintahkan 14 warganya untuk belajar di Ngawi Jawa Timur. Selama 4 hari 4 malam. Hasil dari belajr di ngawi di kembangkan di desa tersebut. Dan alhamdulillah berhasil, yang menjadikan desa Tlogoweru menjadi desa yang makmur itu karena kekompakan para warga ,kerukunan dan tentunya taat pada komando.

Banyak orang yang menamakan Desa Tlogoweru sebagai Desa wisata, menurut informasi yang saya terima, awal mula Desa Tlogoweru bisa di namakan Desa wisata adalah berawal dari banyaknya tikus di desa Tlogoweru, sehingga tanaman yang subur menjadi rusak akibat di makan oleh tikus, banyak padi yang di sawah dimakan tikus, hingga menjadikan gagal panen. Namun Desa Tlogoweru tidak menyerah begutu saja, para warga berusaha untuk membasmi hama tikus yang menyerang desa tersebut, bukan dengan bahan kimia contohnya pestisida namun dengan cara yang alami, beberapa warga mencari informasi di internet. “hewan apa saja yang memakan tikus” dan akhirnya ketemu solusinya, ternyata hewan yang memangsa tikus adalah burung hantu.

 Desa Tlogoweru juga mencari anakan burung hantu di beberapa sekolah sekolah yang bayak terdapat anakan burung hatu. Setelah dewasa anakan burung hantu tersebut di lepas sehingga dapat menyeimbangkan rantai makan dengan memakan tikus. Dan sampai sekarang desa Tlogoweru mengembang biaakan burung hantu, sehingga di buat penangkaran burung hantu.
Pada tahun 2011 Bapak Gubernur Jawa Tengah yaitu Bapak H. Bibit Waluyo menamakan desa Tlogoweru sebagai Desa wisata. Dan banyak warga dari luar desa Tlogoweru yang berkunjung untuk sekedar belajar di desa tersebut, sebenarnya desa tlogoweru merupakan Desa Wisata Edukasi, atau wisata pembelajaran. Ada bayak hal yang di kenalkan untuk sebagai media belajar, dengan cara:

   1. Pembasmian hama tikus tidak dengan bahan kimia atau pestisida.

Pengendalian Hama Tikus dengan Burung Hantu
Burung hantu (Tyto alba) merupakan predator tikus yang sangat potensial pada perkebunan kelapa sawit. Predator ini mampu menurunkan serangan tikus pada tanaman muda hingga di bawah 5%. Sementara itu, ambang kritis serangan tikus di perkebunan kelapa sawit sebesar 10%.
  • Burung hantu mampu bertelur 2-3 kali dalam setahun, kemudian menjadi dewasa setelah berumur 8 bulan. Telur yang dihasilkan bervariasi antara 4–19 butir, bergantung pada ketersediaan makanan. Seekor burung hantu mampu memangsa tikus 2–5 ekor sehari.
  • Pada umumnya penanggulangan serangan tikus di perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan racun tikus (rodentisida). Namun cara ini dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan dan dianggap tidak ekonomis.
  • Penggunaan burung hantu sebagai musuh alami merupakan satu alternatif penanggulangan hama tikus di perkebunan kelapa sawit yang sangat efektif dan efisien. Biaya pengendalian serangan tikus dengan burung hantu hanya berkisar 50% dibandingkan penanggulangan tikus secara kimiawi.

   2. Pembuatan biogas dari kotoran sapi.
  • Di Indonesia limbah yang paling banyak dimanfaatkan adalah kotoran sapi. dan kebanyakan dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga. kotoran sapi bisa dimanfaatkan atau diproses menjadi gas atau disebut sebagai “Biogas“.
  • Proses pembuatan Biogas dari kotoran sapi terbilang mudah dan sederhana dan instalasinya sangat murah berupa tabung Biodigester yang terbuat dari plastik PE (Polythene) yang berfungsi untuk menampung gas metana yang dikeluarkan kotoran sapi, kemudian menyambungkan nya melalui pipa yang disalurkan ke dapur atau alat lainnya.
  • Tabung Biodigester tersebut yang berisi kotoran sapi dicampur dengan lumpur sawah untuk mempercepat proses pembuatan gas metana.  proses tersebut membutuhkan kurang lebih 20 hari hinggga bisa digunakan untuk memasak layaknya kompor gas dengan LPG.
  • Cara lain untuk memanfaatkan kotoran sapi untuk diubah menjadi biogas bisa menggunakan reaktor biogas yang dijual sekitar Rp 2,7 Juta.
   3. Penggemukan sapi.

Pemberian pakan ternak
Pada dasarnya, sumber pakan ternak sapi dapat disediakan dalam bentuk hijauan dan konsentrat. Satu hal yang terpenting adalah pakan dapat memenuhi protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.

Jerami dan dedak dapat digunakan sebagai pakan sapi setelah dikeringkan jerami dapat disimpan di gudang, dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak ruminansia andalan.

Penyakit yang harus diwaspadai

Dalam usaha penggemukan sapi potong, beberapa penyakit yang harus diwaspadai dan dicegah antara lain penyakit antraks, penyakit mulut dan kuku, serta suara. Ketiga penyakit tersebut dapat mematikan, oleh karenanya pencegahannya dengan cara vaksinasi terhadap sapi-sapi secara rutin. Sedangkan penyakit suara parasit penyebabnya lewat perantara gigitan, lalat ternak tabanus, caplak, kuku dan sebagainya.

Selain penyakit-penyakit di atas masih ada pula penyakit lain seperti busuk kuku, ngorok dan cacing giling serta cacing hati.

Analisa usaha

Analisa kelayakan usaha sapi potong diproyeksikan per periode untuk 50 ekor sapi bakalan. Sapi bakalan diasumsikan dipelihara secara insentif selama 90-100 hari. Pemeliharaan sapi secara insentif dan disertai dengan pemberian pakan ternak yang bernutrisi tinggi akan diperoleh kenaikan berat badan sapi sebesar 1,2-1,4 kilogram per hari, selama masa pemeliharaan hingga panen. (*/disarikan dari berbagai sumber)
4.      Cara ber cocok tanam yang baik dan benar. Dan masih banyak lagi.
a)      Persiapan Lahan
a.       Bersihkan areal lahan yang akan ditanami dari gulma, batu-batuan dan kerikil-kerikil yang sekiranya akan mengganggu pertanaman.
b.      Setelah lahan bersih tentukan titik dan jarak tanam dengan cara menggunakan tambang plastik/rafia jarak tanam untuk mangga bervariasi yaitu 5x5 m, 10x10 m, 10x12 m, ketinggian tanaman diupayakan dibentuk dengan ketinggian 3-4 m.
c.       Buatlah lubang tanam dengan cara menggali tanah dengan kedalaman ± 30 cm dan simpan disebelah kiri, selanjutnya digali lagi dengan kedalaman 30 cm tanahnya disimpan disebelah kanan, pasanglah ajir di tengah lubang dan biarkan tanah ± 1 bulan agar kemasaman berkurang.
b)      Penanaman
a.       Tanah galian dari lubang yang disimpan disebelah kiri setelah 1 bulan diaduk dengan pupuk kandang ± 10 kg lalu masukan kelubang, demikian juga tanah yang disimpandisebelah kanan diaduk dengan pupuk kandang ± 10 kg dan dimasukan ke lubang tanam.
b.      Ambil benih yang bersertifikat (Klonal Tunggal) kemudian cabut ajir dititik lubang dan galilah gundukan tanah ± 30 cm. benih ditanam dan diberi pupuk NPK 10 – 25 gr secara ditabur lalu tutp dengan tanah.
c)      Pemeliharaan
a.       Kegiatan pemeliharaan merupakan salah satu kegiatan yang dapat menentukan keberhasilan. Pada umumnya kegiatan pemeliharaan terdiri dari pengairan, pengendalian gulma, pemupukan, pemangkasan, penanggulangan OPT.
b.      Penyiraman/pengairan dilakukan pada awal penanaman apabila tidak ada hujan segera setelah tanam disiram. Bila tanaman mangga sudah berumur 4 – 5 tahun, pada bulan-bulan Mei – Juni jangan diberi air agar tanaman terangsang untuk berbunga. Bila diberi air akan keluar pucuk daun yang lebat. Apabila sudah keluar bunga-bunga kecil segera diberi air agar menghasilkan buah yang baik.
c.       Pengendalian gulma harus dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman seperti ilalang, rumput kerbau, putri malu, dll. Pembersihan dilakukan dengan cara menyiang, disemprot pestisida ataupun dengan menanam tanaman penutup tanah.
d)     Pemupukan
a.       Kegiatan pemupukan sangat penting dilakukan karena kegioatan ini akan mempengaruhi terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi buah.
b.      Agar tanaman tumbuh dengan subur dan sehat maka kita perlu memberikan pupuk organik (pupuk kandang, bokasi, kompos) dan pupuk anorganik (NPK, TSP, Urea, KCI).
c.       Pemberian pupuk kandang/organik dilakukan sebelum tanam sesudah pembuatan lubang dengan dosis 20 - 30 kg per pohon/lubang, selanjutnya pemberian pupuk organic diberikan tiap tahun 2 kali dengan dosis 30 – 40 kg setiap pemberian yaitu pada awal musim hujan dan pertengahan tahun. Pemeberian pupuk anorganik (NPK) minimal 2 kali per tahun.
Waktu dan pemberian pupuk dapat dilihat pada Tabel dibawah ini:
Waktu dan Dosis Pupuk Anorganik
e)      Pemangkasan
Apabila menginginkan produksi mangga yang bermutu, kegiatan pemangkasan harus dilaksanakan secara teratur. Adapun jenis pemangkasan yang baik adalah sebagai berikut:
a.       Pemangkasan pembuatan Prim (pembentukan pohon)
b.      Pemangkasan pemeliharaan
c.       Pemangkasan pembuahan
f)       Panen/Pasca Panen
a.       Tanaman mangga dari okulasi mulai berbuah pada tahun ke 4 (empat) dengan produksi 10 – 15 buah.
b.      Tanda-tanda buah sudah tua:
o    Bentuk buah sudah berisi padat
o    Tangkai buah sudah mengering
o    Kulit buah sudah tertutup lapisan lilin berwarna keputih-putihan
o    Lentisel pada kulit buah lebih besar
o    Bila mangga dicelupkan ke air akan tenggelam.

Rata rata, dalam 3 hari ada 40 pengunjung yang datang ke Desa Tlogoweru dan 1 minggu bisa mencapai 100 orang, rata rata para pengunjung berasal dari sekolah sekolah yang ingin belajar di Desa Tlogoweru.
Pemerintah belum memberi dana untuk desa tlogoweru namun hanya fasilitas jalan, pada tahun2011 jalan berubah pesat dari tanah menjadi aspal, sejauh 3 KM dari desa tlegoweru sebagian dari swasta, pemerintah 25 titik dana masyarakat untuk membangun pagupon atau rumah burung hantu setiap rumah burung disis dengan 2 pasang burung untuk berkembang biak.
Dan saat ini desa tlogoweru mejadi desa yang sangat makmur dan subur. Dan sapat mencukupi kebutuhan desa itu sendiri sehingga menjadi desa yang mandiri.


Semoga Bermanfaat... J
Terimakasih : Majalah Pelangi SMK N 1 Demak

Post a Comment for "[ARTIKEL] Desa Burung Hantu Di Demak"